Gpinkom Weblog

Forum Insan Komputer

Besar Daya yang Dibutuhkan Processor

Besar daya yang dibutuhkan oleh prosesor

Prosesor adalah komponen PC yang paling cepat panas pada saat mulai aktif bekerja dibandingkan komponen-komponen lainnya. Juga merupakan komponen yang paling banyak membutuhkan daya (Watt). Sebagian daya yang diambil oleh prosesor akan dilepaskan kembali dalam bentuk panas. Sebagian besar panas ini dilepaskan oleh bagian prosesor yang melakukan fingsi switching (?), terutama transistor yang terkandung dalam prosesor yang jumlahnya mencapai jutaan. Jumlah transistor dalam satu unit prosesor semakin meningkat seiring dengan kemajuan dan banyaknya teknologi yang ‘dimasukkan’ ke dalam prosesor tersebut.

Perbedaan kebutuhan daya prosesor desktop dan mobile

Umumnya prosesor desktop membutuhkan daya yang cukup besar, sedangkan prosesor mobile didesain sedemikian rupa sehingga kebutuhan dayanya menjadi lebih kecil. Hal ini yang menjadi sebab panas prosesor desktop lebih tinggi dibandingkan prosesor mobile.

Prosesor mobile adalah prosesor untuk komputer laptop atau notebook. Penciptaan kebutuhan daya yang kecil pada prosesor mobile akan memberikan keuntungan, antara lain menghemat cadangan listrik pada batere dan laptop secara keseluruhan tidak menjadi cepat panas.

Seperti diketahui, sirkulasi pada pada case laptop tidak sebaik pada case PC (desktop). Panas yang dikeluarkan oleh prosesor mobile dalam laptop dapat mempengaruhi komponen lain yang ada di dalamnya. Tidak jarang pada pemakaian yang lama, case laptop ikut terasa panas. Kebutuhan daya yang kecil akan mengurangi panas prosesor, dengan sendirinya resiko panas seperti yang diuraikan tadi dapat dikurangi.

Kecenderungan kebutuhan daya prosesor semakin meningkat

Kalau diperhatikan dengan seksama, mulai dulu sampai sekarang, teknologi prosesor semakin maju pesat. Seiring dengan kemajuan teknologi ini, terutama semakin meningkatnya kecepatan prosesor, konsumsi daya oleh prosesor juga meningkat. Seakan-akan dapat dikatakan, semakin banyak teknologi yang dimasukkan ke dalam prosesor, semakin tinggi daya yang dikonsumsi prosesor. Hal ini yang mendorong para produsen peralatan pendingin prosesor (Heatsink dan Fan prosesor), menciptakan sistem pendingin baru yang mampu menanggulangi panas yang dikeluarkan oleh prosesor.


Efisiensi kebutuhan daya prosesor

Terus meningkatnya kebutuhan daya yang diperlukan oleh prosesor selama ini bukan berarti tidak ada upaya dari pihak pabrik prosesor untuk melakukan tindakan efisiensi penggunaan daya. Beberapa upaya untuk menanggulanginya telah dilakukan, antara lain:

Dilahirkannya fitur energy saving yang mampu menekan daya yang dibutuhkan prosesor saat dalam kondisi menganggur (idle).

  • Munculnya fitur EIST yang diciptakan oleh Intel yang berguna untuk mengatur konsumsi daya yang dibutuhkan oleh prosesor. Konsumsi daya bisa diturunkan walaupun berakibat kinerja prosesor menjadi sedikit lamban. Prinsipnya, kecepatan prosesor (clock speed) diturunkan, hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan ‘operating system’ yang kompatibel (sesuai) dengan teknologi EIST. Dengan menurunnya clock speed, otomatis kebutuhan daya menurun. Keuntungannya adalah hemat batere, prosesor tidak cepat panas sehingga masa pakai (umur) prosesor dan komponen lain menjadi lebih lama.
  • Para produsen prosesor mengimbangi kebutuhan daya ini dengan power management (pengelolaan power) yang lebih baik, yaitu prosesor tidak membutuhkan besar daya yang tetap saat beroperasi. Besar daya yang dibutuhkan sebanding dengan bobot kerja yang dilakukan oleh prosesor. Dapat pula dikatakan, besar daya yang dibutuhkan tidak tetap, meningkat atau menurun tergantung bobot pekerjaan yang ditanggung oleh prosesor.


Pengukuran daya dan panas prosesor

Berapakah banyaknya daya yang dibutuhkan oleh prosesor? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu dipahami dahulu istilah-istilah yang digunakan untuk mengukur daya atau panas dalam khasanah per-komputer-an.

Typical thermal power.

Typical thermal power adalah daya yang dibutuhkan oleh prosesor saat load normal. Misalnya, Pentium 4-520 (nama sandi Prescott), typical thermal powernya adalah 68,4 Watt. Hal ini menggambarkan bahwa pada kondisi kerja yang normal atau pada kondisi load normal (standart), daya yang dibutuhkan prosesor sebesar 68,4 Watt.

Maximum thermal power.

Maximum thermal power adalah daya yang dibutuhkan oleh prosesor saat load maksimum, yaitu pada kondisi yang berat atau terbilang ekstrem. Misalnya, Pentium 4-520 (nama sandi Prescott), maximum thermal powernya adalah 84 Watt. Hal ini menggambarkan bahwa pada kondisi kerja yang berat atau maksimal (ekstrem), daya yang dibutuhkan prosesor sebesar 84 Watt.

Tampak bahwa pada kondisi yang berbeda, kebutuhan daya berbeda. Pada kondisi normal (load normal) kebutuhan daya rendah. Kebutuhan daya ini meningkat jika kondisinya berat atau terbilang ekstrem. Konsumsi daya prosesor-prosesor masa kini memang tidak selalu konstan, meningkat atau menurun sesuai dengan kondisi beban kerjanya.

Pada kondisi prosesor sedang ‘menganggur’ (idle), kebutuhan daya prosesor Pentium 4-520 ini menjadi lebih kecil dari 68,4 Watt, atau dapat dikatakan lebih kecil dari nilai Typical thermal power.

Thermal Design Power (TDP)

Thermal Design Power disebut juga dengan istilah Thermal Design Point yang disingkat TDP. TDP menyatakan besarnya daya yang dikonsumsi oleh prosesor pada saat sedang bekerja dengan beban normal. Para produsen prosesor biasanya mencantumkan informasi TDP dari prosesor buatannya. Informasi ini penting untuk para pengguna (konsumen) sebagai acuan untuk menentukan jenis pendingin yang harus digunakan. Informasi tersebut penting juga untuk para produsen cooling device atau HSF (Heat Sink and Fan).

Patut diperhatikan bahwa nilai TDP diukur pada saat prosesor bekerja dengan beban normal. Apabila beban kerjanya di atas normal, dapat dipastikan nilai TDP akan meningkat, yang berakibat pula panas pada permukaan prosesor meningkat. Para pengguna sebaiknya memahami hal ini. Jangan terlalu berpedoman pada nilai TDP yang dikeluarkan oleh produsen prosesor.

Juni 4, 2008 - Posted by | artikel, Umum |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: