Gpinkom Weblog

Forum Insan Komputer

Produksi Prosesor Dengan Teknologi nano meter

Produksi Prosesor Dengan Teknologi nano meter

Sampai saat ini, para produsen prosesor masih menggunakan cara yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya dalam pembuatan prosesor, yaitu menggunakan teknologi nano. Upaya yang terus menerus dilakukan adalah memperkecil struktur pada chip. Dengan cara tersebut, akan diperoleh keuntungan antara lain kapasitas listriknya lebih rendah dan power loss akan berkurang. Selain itu, miniaturisasi ini akan menyediakan ruang yang mampu menampung lebih banyak transistor.

Kini (September 2007), generasi prosesor terbaru masih menggunakan teknologi 65 nano meter (65nm). Sub-komponen transistor rata-rata berukuran 65 nm. Proses produksi 65 nm ini sudah digunakan sejak tahun 2005. Contoh prosesor desktop yang diproduksi dengan menggunakan teknologi 65 nm adalah Intel Pentium 4 dengan nama sandi Cedar Mill, Intel Pentium D 900 series, Intel core 2 (Core 2 Duo, Core 2 Extreme, Core 2 Quad), dan masih banyak yang lainnya.

Dalam prosesor buatannya, Intel menggunakan gerbang elektroda yang terbuat dari polysilicon (polysilicon gate electrode) dan bahan berupa Silicium-oksida (silicon oxide gate dielectric) sebagai isolator. Struktur Sicilium-oksida ini hanya setebal beberapa atom saja. Ternyata bahan-bahan ini masih menghasilkan tingkat kebocoran arus listrik yang tinggi (high leakage current), sehingga prosesor tetap menghasilkan lebih banyak panas. Tingginya panas yang dihasilkan oleh prosesor masih menjadi topik penting bagi Intel dan terus diupayakan teknik-teknik atau cara mengatasinya.

Di sisi lain, bocornya tegangan listrik ini juga berdampak terhadap borosnya energi yang digunakan oleh prosesor. Padahal salah satu target utama dalam produksi prosesor masa kini adalah hemat energi dan kinerja tinggi. Salah satu terobosan yang akan dilaksanakan oleh Intel, untuk pembuatan prosesor masa mendatang adalah merampingkan proses produksi prosesor, dari 65 nm menjadi 45 nm. Hal ini berarti, Intel harus menggunakan transistor yang ukurannya lebih kecil lagi. Rencananya, prosesor yang menggunakan proses produksi 45 nm ini akan diberi nama sandi Penryn. Nama sandi ini digunakan untuk generasi terbaru prosesor keluarga Core 2, baik prosesor desktop, mobile maupun server.

Untuk mengatasi tingginya kebocoran tegangan, Intel mengganti gerbang elektroda dari bahan polysilicon menjadi metal. Sedangkan Silicium oksida diganti dengan High-K yang merupakan bahan kimiawi berbasis Hafnium yang berhasil dikembangkan oleh para ilmuwan Intel. Teknologi baru yang merupakan kombinasi High-K + Metal yang digunakan sebagai gerbang transistor, ternyata menghasilkan kinerja tinggi dengan tingkat kebocoran tegangan yang rendah.

Beberapa keuntungan yang diperoleh pihak Intel dengan penggunaan proses produksi prosesor 45 nm tersebut adalah:

  • Ukuran fisik chip yang menjadi lebih kecil bisa diwujudkan
  • Menyusutnya ukuran transistor menjadi lebih kecil, mengakibatkan jumlah transistor yang dapat ‘dimasukkan’ ke dalam chip menjadi lebih banyak.
  • Konsumsi energi menjadi lebih kecil
  • Kinerja prosesor menjadi lebih tinggi.

Dalam pembuatan prosesor berteknologi 45 nm ini, Intel tetap berencana menggunakan lithografi ‘kering’ seperti proses pembuatan prosesor-prosesor pendahulunya. Chip 45 nm ini diproduksi dengan teknik produksi litografi optis biasa.

Sejak era Intel Pentium 4 hingga sekarang (September 2007), pergeseran proses produksi prosesor dengan teknologi nano meter, bergerak mulai dari proses produksi 180 nm berturut-turut menjadi 130 nm, 90 nm, dan sekarang 65 nm.

Juni 4, 2008 - Posted by | artikel, Intel |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: