Gpinkom Weblog

Forum Insan Komputer

Teknologi NetBurst

Teknologi NetBurst

Beberapa fitur penting yang perlu diketahui yang terkandung di dalam arsitektur NetBurst, antara lain:

a. Hyper Pipelined Technology

b. Rapid Execution Engine

c. Execution Trace Cache

Berikut ini disajikan uraian singkat masing-masing teknologi tersebut di atas yang menjadi fitur penting mikroarsitektur NetBurst:

a. Hyper Pipelined Technology

Hyper Pipelined Technology adalah istilah yang digunakan oleh perusahaan Intel untuk menyebutkan/mengatakan adanya 20 stage pipeline di dalam arsitektur prosesor Willamate, yang merupakan peningkatan jumlah stage pipeline yang mencolok jika dibandingankan dengan prosesor versi sebelumnya, yaitu Pentium 3 yang hanya memiliki 10 stage di dalam pipeline-nya. Bahkan, pada produk prosesor berikutnya, jumlah stage tersebut terus ditingkatkan. Misalnya, pada prosesor Prescott yang merupakan versi prosesor Pentium 4 yang lebih baru, memiliki 31 stage pipeline.

Perlu diketahui bahwa semakin panjang pipeline berakibat menurunnya IPC (Instruction Per Cycle), yang dengan sendirinya dapat menurunkan performa kerja prosesor. Di sisi lain, peningkatan jumlah stage pipeline membuka peluang untuk upaya-upaya peningkatan kecepatan kerja (clock speed) prosesor. Sehingga secara teknis dapat dikatakan bahwa kerugian akbibat menurunnya IPC dapat ditutupi/diimbangi dengan keuntungan peningkatan kecepatan kerja prosesor.

Pipeline yang panjang, tetapi jumlahnya sedikit memiliki IPC yang lebih rendah dibandingkan pipeline pendek tetapi jumlahnya banyak


b. Rapid Execution Engine

Di dalam kemasan prosesor terdapat bagian yang disebut core (inti prosesor) yang sering dikatakan sebagai tempat/unit pusat pemrosesan data. Pada core terdapat bagian/komponen yang namanya ALU (Arithmetic Logical Unit). Sebenarnya, pada ALU inilah pemrosesan data terjadi. Kegiatan pemrosesan data tersebut meliputi proses memanipulasi informasi dan mengevaluasi hasilnya.

Dengan menggunakan teknologi Rapid Execution Engine, ALU akan bekerja dua kali lebih cepat dari clock frekuensi/clock speed CPU (prosesor). Misalnya, jika prosesor tersebut berkecepatan (clock speed-nya) 3 GHz, maka ALU secara efektif bekerja dengan kecepatan 6 GHz. Dengan demikian, teknologi ini dapat memperbaiki/mengangkat performa prosesor yang IPC-nya rendah.

c. Execution Trace Cache

Execution Trace Cache adalah salah satu teknologi yang terdapat pada prosesor berbasis mikroarsitektur NetBurst. Fitur Execution Trace Cache tepatnya digabungkan pada L2 Cache, bertugas menyimpan (hasil pembacaan) sandi/kode micro-ops (micro-operations). Jika CPU menjalankan suatu instruksi, mengambil atau membaca ulang instruksi tersebut, maka CPU secara langsung akan mengakses pembacaan sandi micro-ops (decoded micro-ops) dari trace cache. Dengan demikian, dapat menghemat sejumlah waktu, atau dapat dikatakan waktu operasional yang diperlukan menjadi lebih singkat.

Juni 4, 2008 - Posted by | artikel, Intel |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: