Gpinkom Weblog

Forum Insan Komputer

Mikro arsitektur Intel Core

Mikroarsitektur Intel Core merupakan mikroarsitektur baru yang digunakan oleh perusahaan Intel sebagai pondasi pembuatan jajaran prosesor terbarunya, yang mengarah pada pembuatan prosesor multi core. Contoh prosesor yang berbasis mikroarsitektur intel core adalah:

Ø Prosesor desktop:

o Celeron dengan nama sandi Conroe L

o Pentium Dual Core dengan nama sandi Allendale

o Core 2 Duo, yang terdiri dari dua keluarga prosesor yang masing-masing diberi nama sandi Allendale dan Conroe.

o Core 2 Extreme (2 core) dengan nama sandi Conroe XE

o Core 2 Extreme (4 core) dengan nama sandi Kentsfield XE

o Core 2 Quad (4 core) dengan nama sandi Kentsfield.

Ø Prosesor mobile untuk laptop:

  • Celeron M dengan nama sandi Merom 1024
  • Core 2 Duo, yang terdiri dari dua keluarga prosesor yang masing-masing diberi nama sandi Merom dan Merom-2M
  • Core 2 Extreme dengan nama sandi Merom XE

Ø Prosesor server dan workstation:

o Dual Core Xeon, yang terdiri dari tiga keluarga prosesor yang masing-masing diberi nama sandi Woodcrest, Allendale, dan Conroe.

o Quad Core Xeon, yang terdiri dari dua keluarga prosesor yang masing-masing diberi nama sandi Kentsfield dan Clovertown.

Ketiga kelompok prosesor tersebut di atas (versi desktop, mobile, dan server), walaupun diproduksi dengan teknologi mikroarsitektur yang sama, yaitu Intel Core, ketiganya menggunakan soket, kecepatan bus (bus speed), dan konsumsi daya yang berbeda. Perlu diketahui, bahwa prosesor yang berbasis ‘core’ ini, akhirnya tidak lagi diberi nama pentium, tetapi diberi nama yang lain seperti disebutkan di atas.

Mikroarsitektur Intel Core didesain oleh team Intel Israel (IDC) yang sebelumnya telah mendesain prosesor mobile Pentium M. Mikroarsitektur Intel Core diperkenalkan pertama kali oleh Intel pada kuartal pertama tahun 2006. Sebelumnya, perusahaan Intel memproduksi prosesor Pentium 4 dengan menggunakan mikroarsitektur NetBurst. Arsitektur tersebut, ternyata mengakibatkan prosesor membutuhkan konsumsi energi yang tinggi dan tidak efektif bahkan kesulitan meningkatkan clock speed prosesor. Dua hal tersebut yang menjadi alasan utama, sehingga pihak intel meninggalkan mikroarsitektur NetBurst dan beralih ke mikro arsitektur Intel core.

Pada saat ini, dua perusahaan besar produsen prosesor, yaitu Intel dan AMD terus bersaing untuk menciptakan prosesor baru yang hemat energi dengan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan prosesor-prosesor yang ada sekarang, dan bersaing untuk menciptakan prosesor yang lebih dingin, tidak banyak kehilangan panas akibat kebocoran arus listrik. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan Intel mengembangkan mikroarsitektur Intel Core. Teknologi mikroarsitektur ini mampu menghasilkan prosesor yang hemat energi dengan panas yang tidak berlebihan dan secara keseluruhan menghasilkan peningkatan performa yang tidak mengecewakan.

Filosofi efisiensi energi ini sebenarnya diterapkan pertama kali pada prosesor Pentium M, kemudian dikembangkan lagi dengan menggunakan teknologi mikroarsitektur Intel core. Konsep efisiensi energi ini bermanfaat sekali, terutama untuk desain komputer laptop. Dengan konsumsi daya yang rendah, dapat meningkatkan daya tahan batere, hingga dapat dioperasikan dalam waktu yang lebih lama.

Terdapat lima fitur yang menjadi unsur utama pendukung suksesnya mikro arsitektur Intel core. Kelima fitur tersebut antara lain:

o Intel Wide Dynamic Execution

o Intel Advanced Digital Media Boost

o Intel Intelligent Power Capability

o Intel Advanced Smart Cache

o Intel Smart Memory Access

Kelima unsur utama ini secara bersama-sama menghasilkan efisiensi energi yang tinggi. Sebagai contoh, bila dibandingkan dengan Pentium D, prosesor desktop Intel Core 2 Duo menampilkan lebih dari 40 % perbaikan performa, dan lebih dari 40 % pengurangan daya listrik. Hal yang sama, juga terjadi pada prosesor mobile dan server yang berbasis mikroarsitektur Intel Core.

Juni 12, 2008 - Posted by | artikel, Intel |

1 Komentar »


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: