Gpinkom Weblog

Forum Insan Komputer

Mikroarsitektur NetBurst pada prosesor Dual Core dan pada prosesor mobile

Mikroarsitektur NetBurst pada prosesor Dual Core

Perusahaan Intel juga memproduksi prosesor versi Dual Core berbasis mikroarsitektur NetBurst. Prosesor tersebut diberi nama Pentium D yang terdiri dari dua varian, yaitu yang diberi nama sandi Smithfield dan Presler. Prosesor Smithfield merupakan gabungan dari dua chip (core) Prescott yang dikemas dalam satu die (die tunggal/single die). Sedangkan prosesor Presler merupakan hasil penggabungan dua chip (core) Cedar Mill, namun letak chipnya terpisah (dua die), tidak menjadi satu seperti pada prosesor Smithfield. Perlu diketahui bahwa Prescott dan Cedar Mill adalah keluarga (varian) Pentium 4. Jika prosesor Prescott diproduksi dengan menggunakan teknik fabrikasi 90 nm, maka prosesor Cedar Mill diproduksi dengan teknik fabrikasi 65 nm. Chip/core Cedar Mill adalah hasil penyusutan ukuran dari chip/core Prescott.

Chip Smithfield = gabungan 2 chip Prescott dalam satu die
Chip Presler = gabungan 2 chip Cedal Mill dalam dua die

Prosesor Smithfield dirilis pertama kali pada bulan Mei 2005, sedangkan prosesor Presler dirilis pertama kali pada bulan Januari 2006.
Prosesor Presler disebut-sebut secara luas oleh para analis sebagai prosesor terakhir berbasis arsitektur NetBurst, meskipun kenyataannya prosesor terakhir yang menggunakan arsitektur NetBurst adalah Celeron D 365 berkecepatan (clock speed) 3,60 GHz dengan nama sandi Cedar Mill.

Penggunaan mikroarsitektur NetBurst pada prosesor mobile

Selain prosesor desktop, perusahaan Intel juga memproduksi prosesor mobile Pentium 4 berbasis mikroarsitektur NetBurst untuk komputer laptop (notebook). Prosesor mobile Pentium 4 yang pertama kali diproduksi diberi nama sandi Northwood, dirilis pada bulan Maret 2002. Prosesor Northwood ini diproduksi dengan menggunakan teknik fabrikasi 130 nm.

Tak lama setelah prosesor Northwood dirilis, pihak Intel menyadari adanya kelemahan-kelemahan penggunaan mikroarsitektur NetBurst pada prosesor mobile. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain:

· Memiliki instruksi per siklus (IPC: Instruction per cycle) yang relatif rendah

· Boros terhadap konsumsi daya listrik, sehingga kehidupan atau daya tahan batere menjadi cepat berkurang/menurun ketika komputer laptop dioperasikan

· Prosesor cepat panas dan sistem pendinginannya kurang efisien dibandingkan versi pendahulunya (Pentium 3 dengan mikroarsitektur Intel P6)

· Tidak memberikan keuntungan yang nyata dalam hal peningkatan performa.

Dengan demikian, dapat dikatakan prosesor mobile Pentium 4 berbasis mikroarsitektur NetBurst bukanlah pilihan yang baik dan tidak ideal dipasarkan sebagai prosesor mobile untuk komputer laptop. Selain prosesornya lebih cepat panas, secara keseluruhan kurang efisien dibandingkan prosesor pendahulunya (Pentium3).

Juni 12, 2008 - Posted by | artikel, Intel |

1 Komentar »

  1. kenapa processor dual core cepat panas mas?bisa beri saya solusinya ?

    Komentar oleh Ruli Saputri | Desember 26, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: