Gpinkom Weblog

Forum Insan Komputer

PROSESOR AMD K10 PHENOM (Versi desktop)

Phenom adalah nama seri prosesor buatan AMD generasi kesepuluh. Prosesor ini termasuk prosesor kelas desktop berbasis mikroarsitektur AMD K10.Sampai pertengahan tahun 2008, mikroarsitektur K10 adalah mikroarsitektur terbaru milik AMD yang dilengkapi fitur-fitur baru, antara lain:

* L3 Cache (sampai bulan April 2008, masih dilengkapi L3 Cache  sebesar 2048 KB yang berlaku ‘share’)
* 128 bit floating-point
* AMD-V
* HyperTransport 3.0
* SSE4a

Mikroarsitektur ini masih mendukung penggunaan DDR2 SDRAM. Lebih lengkapnya, fitur-fitur teknologi yang terdapat pada prosesor Phenom adalah MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSE4a, Enhanced DNow!, NX bit, AMD64, dan Cool’n’Quiet. Varian-varian prosesor Phenom antara lain:
• Phenom X3 (nama core Toliman)
• Phenom X4 (nama core Agena)

Prosesor Phenom X3 (Toliman) adalah prosesor Phenom seri 8000, merupakan prosesor triple core (3 core). Sebenarnya prosesor Phenom X3 Toliman berbasis pada prosesor quad core Agena dengan satu core di-disable. Sedangkan Phenom X4 (Agena) adalah prosesor Phenom seri 9000, merupakan prosesor quad core (memiliki 4 core dalam satu kemasan prosesor). AMD meluncurkan prosesor Phenom pada tahun 2007 dan 2008.

1.Bug pada prosesor Phenom

Bug sebenarnya adalah suatu kesalahan desain suatu perangkat keras komputer yang mengakibatkan perangkat keras tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. AMD mendapat suatu masalah sebelum prosesor Phenom dirilis ke pasaran. Ditemukan adanya bug di dalam chip prosesor quad core-nya, yaitu prosesor yang menggunakan stepping B2 dan BA. Prosesor ini adalah prosesor versi pertama (versi awal) yang akan dipasarkan. Bug tersebut dikenal dengan nama TLB (Translation Lookaside Buffers) bug yang dapat mengakibatkan sistem menjadi crash. Masalah ini dapat diatasi dengan cara ‘men-disable’ TLB walaupun akan menurunkan performanya yang diperkirakan sampai 10%. Akhirnya AMD merevisi prosesornya dengan cara memakai stepping B3 pada semua jajaran prosesor Phenom-nya yang baru, yang dirilis pada bulan Maret 2008 (untuk prosesor Phenom X4 Agena) dan bulan April (untuk prosesor Phenom X3 Toliman).
Prosesor yang telah direvisi dari bug adalah prosesor yang nomor modelnya berakhiran dengan angka 50 dari 4 digit kode angka yang tertera. Misalnya Phenom X4 9750, Phenom X4 9850 Black Edition, Phenom X3 8650, atau Phenom X3 8750 (lihat tabel daftar prosesor Phenom X3 maupun Phenom X4).



2.Prosesor Phenom X3 nama core Toliman
Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa Phenom X3 adalah nama untuk prosesor Phenom seri 8000. Hingga pertengahan tahun 2008, prosesor yang dibangun berdasarkan rancangan Direct Connect ini merupakan prosesor triple core pertama (dari golongan x86) dan satu-satunya yang muncul di pasaran. Sebelumnya, tidak pernah ditemukan prosesor sejenis ini. Sejumlah core tersebut terkemas atau tergabung dalam satu die (single silicon die). Sebenarnya, prosesor triple core buatan AMD tersebut adalah quad core dengan satu core di-disable. Prosesor Phenom X3 dirilis pertama kali pada tanggal 27 Maret 2008.
Di sisi lain, AMD juga memproduksi chipset seri 780 (AMD 780 series chipset) sebagai pendamping/pasangan prosesor Phenon X3. Jika keduanya dikombinasikan dalam sebuah PC dapat menampilkan performa yang tidak mengecewakan.
Sampai pertengahan bulan Mei 1998, prosesor Phenom X3 yang telah dirilis berkecepatan 2100 MHz hingga 2400 MHz, diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 65 nm SOI (Silicon on Insulator), memiliki 940-pin OµPGA (Organic Micro Pin Grid Array), didesain menggunakan soket AM2+, juga kompatibel dengan soket AM2, didukung 1800 MHz HyperTransport, bekerja pada tegangan 1.1 Volt hingga 1.25 Volt dengan TDP 95 Watt. Luasan chip silikonnya 285 mm2, mengandung 450 juta (ekivalen) Transistor. Prosesor ini memiliki L1 Cache 384 KB (128 KB per core yang terdiri dari 64 KB untuk cache data dan 64 KB untuk cache instruksi), L2 Cache sebesar 1536 KB (3 x 512 KB), dan L3 Cache (berlaku share) sebesar 2 MB.

Persaingan pasar dengan prosesor Intel
AMD meluncurkan prosesor triple core Phenom X3 Toliman dengan harga yang cukup murah, berada diantara prosesor dual core dan quad core. Diprediksi, prosesor ini akan sangat kompetitif di pasaran mengingat pesaing utama AMD, yaitu Intel tidak (atau mungkin belum?) memiliki prosesor yang sejenis. Sebenarnya, pada prosesor kelas inilah AMD mendapat peluang sangat baik untuk merebut pasar, mengingat persaingan dikelas prosesor quad core sangat ketat dan dirasakan cukup berat menghadapi prosesor buatan Intel.
Namun, di pihak lain, beberapa kalangan pengamat komputer berpendapat lain. Mereka meragukan keberadaan dan daya saing Phenom X3 Toliman di pasar prosesor kelas desktop, dengan alasan sebagai berikut:
Ada sesuatu yang aneh pada prosesor Phenom X3 Toliman. Secara fisik prosesor ini memiliki 4 core. Mengapa yang satu core di-disable? Bukankah lebih baik membiarkan keempat core-nya tetap berfungsi sehingga lebih bagus kinerja /performanya? Harganyapun dapat meningkat menjadi lebih tinggi. Jika di-disable, bermakna AMD melakukan pemborosan bahan yang otomatis pemborosan dana. Inilah yang mengakibatkan banyak orang mempertanyakan keadaan ini. Bahkan sebagian orang berprasangka “Pasti ada masalah dengan satu core yang di-disable itu!” atau “Satu core yang di-disable itu adalah sebuah misteri.” Apalagi banyak kalangan yang mengetahui bahwa Phenom X3 Toliman berbasis pada prosesor quad core Agena dengan satu core di-disable. Fitur-fiturnya pun identik dengan prosesor Agena. Jumlah transistor yang tertanam dalam chip silikon juga sama, yaitu 450 juta transistor. Luasan chip silikon pun sama, yaitu 285 mm2. Ditambah lagi pernah dilaporkan adanya ‘bug’ pada prosesor Phenom walaupun ‘bug’ tersebut dilaporkan sudah bisa diatasi. Seakan-akan dapat dikatakan bahwa Phenom X3 Toliman adalah Phenom X4 Agena yang satu core-nya telah di-disable. Fakta ini akan memperkuat pendapat mereka tentang adanya “masalah” pada satu core tadi
Bila pemikiran semacam ini terjadi pada banyak kalangan, maka bukanlah tidak mungkin bila Phenom X3 Toliman menjadi tidak populer lagi dan daya saing di pasar prosesor kelas desktop menjadi menurun.
Sebenarnya masih ada kemungkinan lain mengapa Phenom X3 Toliman diproduksi dengan cara men-disable satu core dari prosesor quad core yang sudah ada sebelumnya? Jika dengan cara tersebut ternyata memang memerlukan total biaya yang lebih kecil dalam proses produksinya dibandingkan harus membangun desain baru yang justru memerlukan total biaya yang lebih besar, maka cara tersebut menjadi wajar dan bukanlah hal yang salah. Keraguan orang terhadap ‘satu buah core yang bermasalah’ menjadi hilang. Tentu saja kewajaran tadi juga harus didasarkan pada syarat bahwa total biaya produksi Phenom X3 Toliman secara signifikan lebih rendah dibandingkan total biaya untuk produksi prosesor quad core-nya. Pendapat ini disandarkan pada kemungkinan bahwa harga bahan baku prosesor yang murah, namun ongkos pembuatan ‘core per core’ yang mahal.
Sebagai tambahan informasi, kasus yang sama (mirip) juga pernah terjadi pada prosesor buatan Intel, yaitu pada prosesor mobile Core Solo. Prosesor tersebut digolongkan sebagai prosesor single core, namun kenyataannya, prosesor tersebut secara fisik memiliki dua buah core dengan satu core di-disable. Mengapa satu core-nya di disable, apakah alasannya? Latar belakang dan alasan Intel ini mungkin dapat dipakai menjadi salah satu acuan untuk menjawab permasalahan pen-disable-an satu buah core pada prosesor Phenom X3 Toliman buatan AMD.
Apapun yang terjadi, kenyataannya pemunculan prosesor Phenom X3 Toliman, telah memperpanjang daftar prosesor multicore yang pernah diproduksi oleh AMD. Seharusnya, AMD secara transparan memberikan penjelasan mengenai hal ini, akan lebih baik bila dilakukan sebelum prosesornya dirilis, agar tidak terjadi ‘debat kusir’ atau ‘diskusi mubadzir’ pada masyarakat umum. Sebenarnya yang perlu dipertanyakan adalah sikap AMD sendiri, ‘mengapa AMD belum juga memberi penjelasan tentang hal ini (hingga awal Mei 2008), sehingga terkesan merahasiakannya?’

3.Prosesor Phenom X4 nama core Agena
Jika Phenom X3 adalah nama untuk prosesor Phenom seri 8000, maka Phenom X4 adalah nama untuk prosesor quad core Phenom seri 9000. Prosesor Phenom X4 dirancang untuk prosesor desktop ‘high end’ dengan meletakkan model prosesor Phenom X4 9850 Black Edition sebagai ‘pemimpinnya’.

Prosesor Phenom X4 dirilis pertama kali pada tanggal 19 November 2007. Sampai pertengahan bulan Mei 1998, prosesor Phenom X4 yang telah dirilis berkecepatan 1800 MHz hingga 2500 MHz, diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 65 nm SOI (Silicon on Insulator), memiliki 940-pin OµPGA (Organic Micro Pin Grid Array), didesain menggunakan soket AM2+, didukung 1800 MHz hingga 2000 MHz HyperTransport, bekerja pada tegangan 1.1 Volt hingga 1.30 Volt dengan TDP 65 Watt hingga 125 Watt. Luasan chip silikonnya 285 mm2, mengandung 450 juta (ekivalen) transistor. Prosesor ini memiliki L1 Cache 512 KB (128 KB per core yang terdiri dari 64 KB untuk cache data dan 64 KB untuk cache instruksi), L2 Cache sebesar 2048 KB (4×512 KB), dan L3 Cache sebesar 2 MB yang berlaku share.


Persaingan dengan prosesor Intel

AMD menghadapi persaingan pasar yang ketat melawan Intel di kelas prosesor desktop quad core. Dalam beberapa hal, dapat dikatakan AMD memang kalah melawan Intel
Seperti telah diketahui, Pada kuartal pertama tahun 2008 Intel sukses dan mengalami kemajuan yang pesat dalam penjualan prosesor barunya yang berbasis mikroarsitektur Intel Core dengan teknologi manufaktur 45 nm. Sementara itu, AMD tertinggal jauh dalam hal mikroarsitektur karena masih berada ditingkat teknologi manufaktur 65 nm
Pengujian dan pembandingan prosesor quad core buatan Intel maupun AMD telah dilakukan oleh banyak kalangan. Hasilnya menunjukkan bahwa generasi prosesor quad core produksi Intel terbukti lebih unggul dalam kinerja (dalam pengujian head to head), temperatur kerja, efisiensi daya (konsumsi daya), dan kemudahan untuk melakukan overclock dibandingkan prosesor quad core produksi AMD
Disisi lain, mencuatnya isu adanya bug pada prosesor Phenom buatan AMD dapat mengakibatkan popularitas prosesor tersebut menurun, walaupun tak lama kemudian AMD merevisinya dan merilis prosesor baru edisi revisi sebagai penggantinya (yang dikenal menggunakan stepping B3).
Menyadari kenyataan ini, AMD tampaknya menerapkan strategi baru dalam menghadapi persaingan pasar melawan Intel. AMD menawarkan prosesor quad core-nya dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan prosesor quad core Intel. Hal ini yang akan membuat penggemar komputer menjadi bimbang dalam menentukan prosesor mana yang harus dibelinya.

Agustus 8, 2008 - Posted by | AMD | , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. saya berterima kasih kepada blog ini yang memberikan informasi yg sangat jelas pada saya

    Komentar oleh aziz | Januari 14, 2009 | Balas

  2. mantap banget dah ne informasi
    mkasi sblummnya😀

    Komentar oleh nanio | Mei 5, 2009 | Balas

  3. mKsih_ y bang atas InfoNy .

    Komentar oleh opick_langkar | Agustus 20, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: