Gpinkom Weblog

Forum Insan Komputer

Varian mikroprosesor Intel Atom

Sampai dengan bulan April 2009, Intel telah memproduksi beberapa varian mikroprosesor Intel Atom, yaitu:

  • Mikroprosesor nettop single core Intel Atom bernama sandi Diamondville
  • Mikroprosesor nettop dualcore Intel Atom bernama sandi Diamondville
  • Mikroprosesor netbook single core Intel Atom bernama sandi Diamondville
  • Mikroprosesor MID (UMPC) single core Intel Atom bernama sandi Silverthorne.

Seluruh varian ini diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 45 nanometer. Sebenarnya, penggunaan nama sandi (codenamed) Diamondville dan Silverthorne untuk mikroprosesor Intel Atom, telah diumumkan oleh Intel pada tanggal 2 Maret 2008 (sebulan sebelum mikroprosesor Intel Atom dirilis untuk pertama kalinya).
Seperti terlihat di atas, bahwa mikroprosesor Intel Atom Diamondville untuk nettop terbagi menjadi dua versi, yaitu versi single core dan versi dual core. Masing-masing memiliki spesifikasi yang berberda.

A. Mikroprosesor nettop single core Intel Atom bernama sandi Diamondville

Mikroprosesor Intel Atom 230 Diamondville

Mikroprosesor Intel Atom 230 Diamondville

Mikroprosesor Intel Atom Diamondville untuk nettop versi single core diberi kode nomor seri 2xx, sehingga disebut Intel Atom seri 200. Mikroprosesor yang pertama kali dirilis tanggal 3 Juni 2008 adalah Intel Atom 230. Luasan core (die size) mikroprosesor ini adalah 25,96 mm2. Luasan mikroprosesornya sendiri (package size) adalah 22 mm x 22 mm. Mikroproprosesor tersebut didesain menggunakan soket Micro FCBGA (437 pin), mendukung penggunaan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64, XDbit, dan teknologi Hyper-Threading. Nilai VCore-nya 0.9 – 1,1625 Volt dengan TDP 4 Watt. Sayangnya, mikroprosesor tersebut tidak dilengkapi teknologi Intel VT ataupun SSE4.
Pembuatan mikroprosesor ini, selain dirancang untuk nettop, juga dimaksudkan untuk netbook. Di pasaran, ditemukan beberapa produk netbook yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom 230 Diamondville.

A.1. Chipset untuk mikroprosesor single core Intel Atom Diamondville
Intel juga memproduksi beberapa tipe chipset untuk dipasangkan dengan mikroprosesor Intel Atom 230. Chipset-chipset tersebut antara lain:

  • Intel 945GC Express dengan 82801 GB I/O Controller Hub 7 (ICH7)
  • Intel 945GC Express dengan 82801 GDH I/O Controller Hub 7 (ICH7DH)
  • Intel 945GC Express dengan 82801 GR I/O Controller Hub 7 (ICH7R)

Nilai TDP ketiga chipset tersebut 29,5 Watt. Nilai ini didasarkan pada nilai maksimum pada kondisi yang tidak menguntungkan. Nilai TDP yang sesungguhnya dapat lebih kecil dari nilai yang disebutkan, terutama jika I/O untuk chipset tidak seluruhnya digunakan.
Baca lebih lanjut

Mei 17, 2010 Posted by | artikel, Intel | , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Mikroarsitektur dan Fitur Intel Atom

Mikroprosesor Intel Atom menggunakan desain baru yang berbeda dengan arsitektur mikroprosesor yang sudah ada sebelumnya.  Desain mikroprosesor ini didasarkan pada mikroarsitektur yang hemat energi, mengurangi panas yang dihasilkan oleh prosesor dan sengaja dirancang untuk perangkat internet.  Mikroprosesor Intel Atom diproduksi menggunakan teknologi baru, yaitu teknologi fabrikasi 45 nanometer (hafnium infused 45 nanometer high-k silicon). Mikroprosesor ini mampu menjalankan dua instruksi per siklus.  Pada clock speed yang setara, kinerja prosesor Intel Atom single core kurang lebih sebanding dengan separuh kinerja prosesor Pentium M.  Misalnya, mikroprosesor Intel Atom berkecepatan 1,6 GHz yang banyak ditemukan pada netbook-netbook yang beredar di pasaran, mampu memberikan sekitar 3.300 MIPS (Million Instruction Per Second) dan 2,1 GFLOPS pada uji standart benchmarks.  Sedangkan Pentium M 740 berkecepatan 1,73 GHz mampu memberikan sekitar 7400 MIPS dan 3,9 GFLOPS.  Jika diperbandingkan, secara kasar dapat dikatakan bahwa kinerja Intel Atom kurang lebih separuh dari kinerja Pentium M.

Intel Atom 230 dan 330,  merupakan mikroprosesor Intel Atom model desktop yang mengimplementasikan set instruksi  x86-64.  Berbeda halnya dengan Intel Atom seri N (model prosesor untuk netbook) dan seri Z (model prosesor untuk MIDs) yang hanya mengimplementasikan set instruksi x86 (IA-32), tidak mengimplementasikan set instruksi  x86-64, sehingga tidak dapat menjalankan kode x86-64.

  • Fitur-fitur mikroprosesor Intel Atom

Sampai dengan bulan Maret 2009, seluruh varian mikroprosesor Intel Atom dilengkapi fitur teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, dan XDbit. Untuk mikroprosesor versi nettopnya juga dilengkapi fitur teknologi Intel 64 dan Hyper-Threading. Sedangkan mikroprosesor versi netbooknya tidak memiliki fitur teknologi Intel 64, namun ditambahkan fitur teknologi EIST (Enhanced Speed Step Technology) dan Hyper-Threading. Berbeda halnya dengan mikroprosesor Intel Atom versi UMPC (MID). Pada mikroprosesor ini ditambahkan fitur teknologi EIST, bahkan sebagian model (produk) prosesornya juga dilengkapi teknologi Hyper-Threading dan Intel VT, namun semuanya tidak memiliki fitur teknologi Intel 64.
Teknologi XDbit (eXecute Disable bit) hanya dapat berfungsi jika menggunakan OS (operating system) yang sudah dilengkapi dukungan terhadap penggunaan teknologi XDbit, misalnya Windows XP. Teknologi lainnya, yaitu Hyper-Threading, Intel 64 dan Intel VT, hanya dapat berfungsi jika sistem komputer menggunakan chipset, BIOS dan OS yang mendukung aplikasi teknologi tersebut. Performa atau kinerja komputer yang dihasilkan akibat tambahan berbagai teknologi tadi, sangat bergantung pada konfigurasi hardware dan software yang digunakan.

Mei 4, 2010 Posted by | artikel, Intel | , | 3 Komentar

Subnotebook, netbook, nettop dan UMPC (MIDs)

Dalam pengetahuan komputer, terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk menyebut suatu perangkat komputer tertentu yang kadang-kadang membingungkan para pengguna komputer, terutama mereka yang betul-betul masih awam terhadap pengetahuan komputer.  Misalnya istilah subnotebook, netbook, nettop, UMPC atau MIDs.  Mikroprosesor Intel Atom umumnya diaplikasi untuk komputer netbook, nettop atau UMPC (MIDs). Lebih tepatnya, kebanyakan digunakan untuk komputer-komputer pribadi yang tujuan utamanya untuk berinternet.  Secara umum ukuran fisiknya bendanya lebih kecil, berbobot  ringan, konsumsi daya rendah sehingga umur pakai battere untuk medukung operasional komputer lebih lama.  Berikut ini sedikit ulasan mengenai istilah-istilah tadi.
1.Subnotebook
Subnotebook adalah perangkat komputer serupa notebook tetapi ukuran atau dimensinya lebih kecil dari notebook biasa.. Dengan kalimat lain yang lebih ringkas, dapat dikatakan bahwa subnotebook adalah notebook mini. Subnotebook masih menggunakan standar mikroprosesor mobile sama seperti yang digunakan oleh notebook-notebook umumnya. Contoh subnotebook yang telah beredar di pasaran adalah Asus Eee PC, Classmate PC, HP MiniNote, dan Sony Vaio. Kelemahan utama subnotebook terletak pada kebutuhan dayanya yang dirasakan masih cukup besar, serta timbulnya panas yang berlebihan yang dikeluarkan oleh prosesor saat sedang aktif bekerja. Sementara itu, ukuran fisik subnotebook cukup kecil, dan jumlah cell-cell batere yang dapat ditampung tidak bisa banyak. Kondisi seperti ini mengakibatkan cadangan energi pada batere menjadi cepat habis , subnotebook lebih cepat panas, dan dapat menurunkan kinerja komputer. Subnotebook dapat menjadi lebih bagus bila menggunakan mikroprosesor, chipset, media simpan/storage dan komponen-komponen lainnya yang hemat energi.
2.Netbook
Netbook adalah perangkat (komputer) yang mirip dengan notebook, tetapi biasanya berukuran lebih kecil (layarnya juga berukuran lebih kecil) dan digunakan dengan tujuan utama untuk berinternet. Dengan ukuran yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan, netbook menjadi lebih fleksibel, tepat serta cocok untuk dibawa pergi kemanapun, dipakai di rumah, di perjalanan, di kantor, kafe serta berbagai tempat lainnya.
Istilah netbook berasal dari kata internet dan notebook. Semula, netbook memang diproduksi terutama untuk konsumen notebook (laptop) yang mobilitasnya tinggi dan membutuhkan koneksi internet tanpa harus kesulitan membawa notebook yang berukuran besar dan berat. Itulah sebabnya, netbook tepat untuk kalangan bisnis atau siapapun yang membutuhkan akses internet secara instan dengan waktu online yang lebih lama. Selain itu, netbook yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom, harganya jauh lebih murah dibandingkan notebook yang menggunakan mikroprosesor berbasis mikroarsitektur intel Core. Netbook Intel Atom sering disebut dengan istilah low-cost notebook atau low-cost laptops yang berarti notebook/laptop berharga murah. Pada saat ini (2009), sebagian besar produsen netbook menggunakan Intel Atom sebagai mikroprosesornya, dan terbukti cukup handal dalam menjalankan aplikasi standar dari netbook. Contoh netbook yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom , dan telah beredar ke pasaran, antara lain:

  • Acer Aspire One
  • Asus Eee PC 901
  • Asus EeePC 1000HE
  • Axioo Pico
  • MSI Wind

Istilah netbook pertama kali diperkenalkan kepada konsumen notebook bersamaan dengan diperkenalkannya (munculnya) mikroprosesor Intel Atom. Mikroprosesor ini berhasil mengangkat nama netbook ke permukaan hingga dikenal luas oleh konsumen. Hingga awal 2009, perkembangan netbook cukup pesat dan tergolong sukses di pasaran laptop murah. Bahkan, mampu membawa netbook menjadi salah satu jenis laptop yang memiliki pangsa penjualan tertinggi. Walaupun memiliki banyak kelebihan, misalnya ukurannya yang kecil, ringan dan lainnya, masih banyak yang dikeluhkan oleh konsumen, terutama masalah kenyamanan pemakaian dalam jangka waktu yang lama, karena ukuran keyboard yang mungil dan layarnya yang kecil.
Perbedaan yang menonjol antara netbook dengan subnotebook terletak pada fungsi utamanya. Jika netbook terutama ditujukan untuk aplikasi internet, subnotebook tidaklah demikian. Subnotebook lebih difungsikan seperti notebook pada umumnya. Berikut ini disajikan gambar beberapa netbook.
Baca lebih lanjut

Mei 3, 2010 Posted by | artikel, Intel | , , , | 5 Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.